Sebenarnya, tidak selamanya sifat suka membantah ini berasal dari kesalahannya semata, melainkan ada andil orangtua di dalamnya. Anak-anak hanya akan membantah orangtua yang terlalu banyak memaksakan kehendaknya sendiri alias otoriter, cerewet, terlalu banyak mengatur tanpa memberi anak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan pikirannya, juga orangtua yang ingin menang sendiri.
Mari kita koreksi diri kita sendiri sebagai orangtua: apakah ketika anak-anak melakukan kesalahan, kita memberikannya nasehat panjang lebar dengan memberikan argument-argumen dan logika-logika orang dewasa? Apakah kita menuntut anak-anak untuk melakukan apa yang kita inginkan? Apakah kita sudah memberinya kesempatan untuk bicara dan mengemukakan keinginan dan cita-citanya sendiri?
Sering kali kita melalaikannya bukan?


